BREAKING NEWS
Search

Quar bumi, bentuk rasa syukur desa jatiserang kecamatan panyingkiran kabupaten majalengka untuk menyambut musim tanam

Guar Bumi, Bentuk Rasa Syukur Desa Jatiserang kecamatan panyingkiran kabupaten majalengka untuk Menyambut Musim Tanam

Majalengka FBI.www.fokusberitaindonesia.com-Desa Jatiserang kecamatan Panyingkiran Majalengka menggelar adat Guar bumi sebagai bentuk rasa syukur menyambut musim tanam.
Petani Desa Jatiserang kecamatan Panyingkiran Majalengka menggelar adat Guar bumi sebagai bentuk rasa syukur menyambut musim tanam.

Acara guar bumi dilaksanakan di desa Jatiserang yang dihadiri Wabup, Muspika Panyingkiran dan perangkat desa lainnya. Sudah menjadi tradisi masyarakat yang tinggal di pedesaan dalam menyambut datangnya musim tanam “Rendengan” atau menjelang musim penghujan adakan gelar berbagai macam tradisi seperti Guar Bumi.

Adat tradisi ini sudah sejak turun temurun dilestarikan oleh masyarakat khususnya yang tinggal di pedesaan.
Guar Bumi adalah adat yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya seperti Munjungan.

Bedanya hanya terletak di hari dan tempat pelaksanaanya saja. Dimana munjungan biasa di gelar di Tempat Pemakaman leluhur (Kebuyutan).
Tapi kalau bongkar bumi atau guar bumi tempat pelaksanaanya di lahan pesawahan ataupun di halaman kantor desa.

Seperti yang dilaksanakan di Desa Jatiserang Kecamatan Panyingkiran Majalengka ini, Ratusan warga sejak pagi datang berbondong bondong, mereka masing-masing membawa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya.

Sedekah bumi ini digelar rutin setahun sekali, tepatnya menjelang awal menanam padi sebelum datang musim hujan, sesuai adat istiadat, makanan pokok dalam tradisi ritual ini adalah nasi tumpeng. Tujuan kegiatan tradisi ini agar hasil tanaman ke depan tumbuh subur dan hasil yang sangat memuaskan. Dalam ritual ini doa dipimpin tokoh agama memohon Ridho dari Allah SWT agar dalam bercocok tanam menghasilkan panen yang berkah dan melimpah.

Tujuan mereka berkumpul adalah untuk menggelar doa bersama, agar didalam menyambut musim tanam hujan diberikan keberkahan.

Kepala Desa Panyingkiran Tirta Wirahman SH,. mengatakan bahwa tradisi adat Guar Bumi ini adalah sebuah adat tradisi warisan dari para leluhur. Tradisi yang harus terus dilestarikan dan yang terpenting dalam pelaksanaanya tidak bertentangan serta tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat.

“Menurut saya adat dan tradisi ini harus terus dilestarikan, bahkan bila perlu lebih dikemas dan lebih meriah lagi. Artinya, dalam menggelar guar bumi ini tidak saja diisi dengan doa bersama, tapi juga ditambah dengan kegiatan yang lainnya. Seperti, tablig akbar atau kegiatan sosial lainnya,” katanya, Senin 25 Oktober 2021.

Tirta menambahkan bahwa kegiatan Guar Bumi ini sudah biasa dilakukan warga Desa Jatiserang bahkan sudah menjadi agenda rutin tahunan.
Disamping melakukan doa bersama, tradisi ini juga untuk menjalin silaturahmi antara warga. Sehingga kebersamaan masyarakat disini akan semakin terjalin dengan baik.

“Intinya Guar Bumi ini adalah ritual warga menjelang musim rendengan atau musim menjelang musim hujan. Kita semua berharap di masa tanamnya nanti para petani mendapatkan penghasilan yang berlimpah dan terhindar dari hama maupun penyakit,” pungkas Kepala Desa Jatiserang, Tirta Wirahman. (Herman/Pimred FBI)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *