BREAKING NEWS
Search

PHRI gelar road show donor darah bekerja sama dengan IWO dan PMI kabupaten sumedang diwisata kampoeng karuhun


Sumedang.fokusberitaindonesia.com- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumedang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia ajak wisatawan untuk melakukan donor darah di area wisata Kampung Karuhun, Sabtu (3/10/2020).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumedang, Nana Mulyana menyatakan, bahwa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dinilai mengganggu persediaan stok darah di PMI Sumedang mengingat, kebutuhan darah setiap harinya cukup besar. Nono mujianto selaku pendiri dan sekaligus presiden direktur media tabloid FBI ” cetak & online ” juga berpartisipasi hadir melakukan donor darah untuk kemanusia.walau hanya diambil 350 mm darahnya namun merasa bangga bisa ikuti road show ini

“Akibat pandemi Covid-19 stok darah di PMI Sumedang sudah menipis. Selama ini stok darah di gunakan bagi masyarakat yang membutuhkan seperti, cuci darah, kecelakaan, tambah darah dan lainnya. Sehingga ini menjadi problem tersendiri bagi PMI,” katanya.

Olehsebab itu, sambung Nana, PHRI bersama PMI didukung oleh rekan rekan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumedang menggelar Road Show donor darah di sejumlah tempat wisata seperti, Kampung Karuhun, Cipanas Cileungsi, Kawasan wisata waduk Jatigede dan tempat wisata lainnya yang ada di Sumedang.

“Untuk tahap pertama, kami laksanakan di kampung Karuhun dengan target peserta donor daarah minimal 100 labu, begitupun ditempat wisata yang lain minimal mendapatkan 100 labu,” terangnya.

Lebih dari itu, sambung Nana, persoalan di PMI tidak hanya sekedar darah, tapi bagaimana menjaga kelangsungan dari tugas mulia teman-teman dari PMI perlu diwujudkan adanya kolaborasi antara dunia usaha, organisasi dan juga PMI.

“Apabila tercipta kolabarasi anatara PMI dengan pelaku dunia usaha maka ke depan problem yang dihadapi bisa terselesaikan. Mengingat, sejauh ini ada dua permasalahan besar yang ada di PMI, pertama terkait dengan persediaan darah dan yang kedua terkait dengan pemberdayaan,” ujarnya.

Sebab, terang Nana, berkaca dari beberapa negara, PMI disana sudah betul-betul lembaga yang mandiri. Terlebih, di sisi ekonominya juga sangat kuat, mereka punya program yang bagus dengan pemberdayaan.

“Sebagai contoh bahkan bisa diterapkan di Sumedang, kedepan masyarakat diajak untuk menyumbangkan barang-barang yang masih bagus atau branded kemudian PMI punya satu konter di mall atau di lokasi-lokasi strategis untuk menerima barang barang itu lalu, barang-barang sumbangan tadi dijual bahkan, tidak hanya barang bekas yang dijual tapi ada juga barang-barang baru,” tuturnya.

Menurut Nana, sangat luar biasa jika terwujud kolaborasi adanya pemberdayaan PMI dengan dunia usaha. Sebab, dinilai dapat menjadi solusi bagi PMI untuk lebih mandiri.( redaksi FBI / team IWO )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *