BREAKING NEWS
Search

PENGECER DITANGKAP, BANDAR TOGEL DIBIARKAN BEBAS

Keluarga Tersangka : Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng Diminta Tak Tebang Pilih Dalam Menegakkan Hukum

Tegal, Fokus Berita Indonesia – Merasa tidak mendapatkan ketidakadilan hukum, pihak keluarga dari tersangka kasus tindak pidana perjudian toto gelap (togel), Tarso (60) beserta istri tersangka dan anak – anak tersangka, Senin (23/9/2019) mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah.

Kedatangan mereka ini dalam rangka untuk meminta keadilan hukum dan memastikan keberadaan anggota keluarga mereka yang menjadi tersangka kasus tindak pidana Perjudian benar – benar di tahan di rumah tahanan Polda Jateng.

Sebab, menurut mereka semenjak tersangka ditangkap oleh tim Jatanras Polda Jateng pada Kamis, (19/9/2019) sore sekitar pukul 16.00 WIB kemarin di Desa Pedeslohor Dukuh Keplik Kec. Adiwerna Kab. Tegal hingga Senin, (23/9/2019) pihak keluarga tersangka belum mendapatkan surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan secara resmi dari pihak Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng.

Sehingga penangkapan yang dilakukan oleh Tim Jatanras Polda Jateng terhadap tersangka dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

“Kami datang ke Polda Jateng bersama istri dan anak – anak tersangka untuk memastikan keberadaan tersangka benar-benar ditahan disini atau tidak,”ujar Tarso (60) pihak keluarga tersangka saat ditemui FBI di Mapolda Jateng, Senin (23/9/2019).

Karena sudah tiga hari ini semenjak tersangka ditangkap, lanjut Tarso, “pihak keluarga belum diberi surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan secara resmi dari pihak Ditreskrimum Polda Jateng,”katanya.

Lebih lanjut Tarso mengatakan. “Satu hari pasca penangkapan, tersangka menghubungi pihak keluarga dirumah via telepon seluler, dia memberi tahu pada keluarga bahwa dirinya ditahan di Polda Jateng,” katanya.

Masih kata Tarso. “Anehnya, dalam kasus ini tersangka sebagai kaki tangan bandar ditahan, tapi bandarnya malah dibiarkan bebas menghirup udara segar tanpa tersentuh hukum. Ini kan tidak adil ? kalau Polisi mau memberantas perjudian, jangan tebang pilih, semua yang terlibat harus ditangkap, baik itu pengecer maupun bandarnya, itu baru benar-benar adil,”ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si melalui Kanit V/ Perjudian, Kompol Sugeng Wahyudi, S.H.,M.H. saat dikonfirmasi FBI diruang kerjanya membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka yang dilakukan anggotanya pada Kamis, (19/9/2019) kemarin di Desa Pedeslohor Dukuh Keplik Kec. Adiwerna Kab. Tegal.

“Tersangka a.n Safi’i (45) warga asal Desa Pedeslohor, Dukuh Keplik Rt 23/05 Kec. Adiwerna, Kab. Tegal kami tangkap karena terbukti telah melakukan aktifitas perjudian togel di Desanya sebagai pengecer, dengan omset 700 ribu rupiah perharinya,” Kata Sugeng.

Selain menangkap tersangka, lanjut Sugeng, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya kupon putih,”katanya.

Ditanya tentang prosedur penangkapan dan penahanan terhadap tersangka yang dianggap tidak sesuai prosedur hukum oleh keluarga tersangka, karena sebelum melakukan penangkapan petugas tidak menunjukan surat perintah tugas dan penangkapan serta penahanan hal itu ditampik oleh Sugeng.

Menurutnya, dalam hal ini pihaknya dalam menjalankan tugas sudah sesuai prosedur. “Kami melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka sudah sesuai prosedur hukum dan berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp.Kap/77/IX/2019/Ditreskrimum, dengan Surat Laporan Polisi Nomor : LP/A/359/IX/2019/Jateng/Ditreskrimum, tanggal 19 September 2019, Surat Perintah Penahanan Nomor : Sp.Han/71/IX/2019/Ditreskrimum, dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp.Sidik/144/IX/2019/Ditreskrimum, tanggal 19 September 2019, Surat Pemberitahuan Penangkapan dan Penahanan Nomor : B/8855/IX/RES 1.12/2019/Reskrimum, tanggal 19 September 2019,”paparnya.

Adapun Surat Pemberitahuan Penangkapan dan Penahanan yang di pertanyakan pihak keluarga tersangka, lanjut Sugeng.
“Semuanya itu ada dan lengkap, serta sudah kami kirim ke alamat rumah tersangka via paket JNE Express dan ini bukti pengirimannya bisa anda lihat,”sanggahnya menampik tudingan miring pihak keluarga tersangka.

Lebih jauh Sugeng mengatakan.
“Kalau surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan yang kami kirim hingga kini belum sampai ke pihak keluarga tersangka, nanti kami beri copyannya,”kata Sugeng.

Disinggung mengenai adanya diskriminasi hukum dalam penangkapan. Dijelaskan oleh Sugeng. Menurutnya, tersangka saat dimintai keterangan oleh penyidik tidak mau menyebutkan nama Bandarnya, sehingga petugas belum melakukan penangkapan baik terhadap Bandar maupun pihak lainnya yang terlibat dalam kasus perjudian ini.

“Anggota kami saat melakukan penangkapan terhadap tersangka sudah berusaha mencari para tersangka lainnya, namun saat hendak ditangkap mereka tidak ada ditempat. Sehingga mereka kami masukan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) termasuk Bandarnya yang tadi baru disebutkan namanya oleh tersangka,”tandas Sugeng.

Dihadapan keluarga tersangka dan awak media, Sugeng berjanji dalam waktu dekat akan segera ke Tegal untuk menangkap bandar beserta para pihak yang terlibat dalam kasus perjudian ini.

“Kami minta kerjasamanya, dalam waktu dekat ini kami akan ke Tegal untuk melakukan penangkapan terhadap bandar beserta para pihak yang terlibat dalam kasus perjudian ini. Tolong nanti kami dibantu, tunjukkan tempat tinggal bandarnya dan para pihak yang terlibat,”Pungkas Sugeng mengakhiri pembicaraannya. (Gus)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *