BREAKING NEWS
Search

Mahalnya Harga Sebuah Pandemi,Pemda Kabupaten Ciamis Habiskan Anggaran 67,6 M Di Tahun 2021

Kabupaten Ciamis, Www.Fokusberitaindonesia.com- Di penghujung akhir 2021, Positivity Rate Covid-19 di Kabupaten Ciamis mulai menurun. Dan sudah 21 bulan wabah ini mengunci masyarakat. Otak-atik kebijakan pun dilakukan pemerintah agar penularan SARS-CoV-2 bisa dikendalikan.

Berdasarkan keterangan dari Dr Harun Alrasyd Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis pada Kamis, 6 Januari 2022, Kabupaten Ciamis sempat mengalami nadir saat lonjakan infeksi kembali mulai terjadi pada bulan ke 8 atau Agustus 2021. Ini menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 yang sulit dikendalikan di Tahun 2021.

Positivity rate Covid-19 Kabupaten Ciamis selama satu bulan tersebut juga mengkhawatirkan. Positivity rate adalah perbandingan jumlah kasus positif dengan jumlah tes yang dilakukan. Jika positivity rate semakin tinggi, maka kondisi pandemi di daerah tersebut memburuk. Diketahui, badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan ambang batas minimal angka positivity rate kurang dari 5 persen.

Harun mengakui, Agustus 2021 merupakan gelombang kedua pandemi Covid-19. Tetapi, Harun tak bisa membuktikan gelombang kedua ini berkaitan dengan varian Delta karena saat mengirim sampel ke Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Barat atau ke Badan Litbangkes untuk whole genome sequencing, hasil sampel tersebut belum diterima kembali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

“Kemungkinan begitu (berkaitan dengan varian Delta). kami tidak bisa membuktikan karena hasil sampel Whole Genome Sequencing dari Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Barat belum kami terima sampai sekarang, akhirnya kita berasumsi gelombang ke dua itu negatif varian Delta,” kata Harun kepada awak media Jumat (7/1/2022). Whole genome sequencing merupakan upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus SARS-Cov2 atau Covid-19.

Kasus di Kabupaten Ciamis mulai terkendali sejak bulan Oktober, tidak lama setelah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Mikro. Ini dibuktikan dengan angka positivity rate yang menurun hingga Desember 2021.

Dari data teranyar, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Ciamis periode 1 Januari hingga 31 Desember 2021 ada 14.554 Rinciannya, 381 meninggal dunia, dan 114.173 telah sembuh. Capaian vaksinasi pun terus digenjot demi terbentuknya herd immunity, terutama kelompok yang rentan memiliki komorbiditas.

Komorbid adalah suatu keadaan dimana pasien telah memiliki penyakit yang sudah diderita sebelumnya, bersifat kronik dan bisa memperberat keadaan penyakit covid-19 nya.

Kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Ciamis didominasi oleh faktor komorbiditas. Dimana komorbid tersebut variatif diagnosisnya seperti penyakit kronis diabetes, kangker jantung, asthma dan hipertensi.

Pasalnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan, 95 persen kasus kematian Covid-19 di Kabupaten Ciamis memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta. Hipertensi menjadi penyakit dengan sumbangan kasus kematian tertinggi (127). Disusul penyakit Diabetes (92), Cordiovascular (62), Asthma/PPOK (41), dan penyakit lainnya.

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ciamis menjadi fasilitas kesehatan dengan pasien kematian terbanyak. Kemudian, Rumah Sakit Swasta yang ada di Ciamis. Sisanya tersebar di fasilitas kesehatan lainnya.

Seperti diketahui, vaksinasi memang menjadi salah satu indikator terbentuknya herd immunity suatu daerah. Ilmuwan WHO, Dr Soumya Swaminathan mengatakan, SARS-CoV-2 atau Covid-19 adalah virus yang sangat mudah menular. Sehingga, dibutuhkan 60-70 persen dari populasi untuk memiliki kekebalan agar benar-benar memutus rantai penularan.

Apakah Kabupaten Ciamis Sudah Herd Immunity Alias Kebal Covid-19?
Hingga 30 Desember 2021, capaian vaksinasi Kabupaten Ciamis untuk dosis satu adalah 712.790 (71.42 persen) dan dosis kedua 440.492 (44.14 persen). Keduanya dihitung dari target total vaksinasi sebanyak 998.028 orang. Sementara dosis ketiga booster tenaga kesehatan, mencapai 2.212 atau dihitung dari target tenaga kesehatan 3.885 orang.

Dalam data yang sama, vaksinasi dosis satu lansia di Kabupaten Ciamis mencapai 143.532 orang (94.22 persen), dihitung dari total target lansia di sebanyak 152.341.

Namun menurut pernyataan Harun, angka-angka tersebut belum menunjukkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19 di Kabupaten Ciamis sudah terbentuk.

“Karena kita membutuhkan 80 persen capaian vaksinasi dosis pertama untuk terbentuknya heard immunity,” ujarnya.

Mahalnya Harga Sebuah Pandemi.

Bukan hal murah, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah menghabiskan anggaran Rp 67,6 miliar atau tepatnya Rp 67.616.323.656 untuk menangani pandemi Covid-19 selama 2021. Angka tersebut terbagi ke beberapa OPD seperti Dinas Kesehatan, Kelurahan,RSUD dan lain lain, Angka itu juga tebagi dalam beberapa pos pengeluaran: seperti penanganan Covid-19 dan insentif tenaga kesehatan daerah dalam menangani Virus Corona.

Jumlah anggaran tersebut terbagi beberapa Pos seperti Penanganan Covid-19 Rp 34.738.880.737, Dukungan Vaksinasi Rp 5.494.996.500, Dukungan kepada Kelurahan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 sebesar Rp 5.768.904.210,-, Insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan Covid-19 sebesar Rp 20.989.822.209,- dan Belanja kesehatan lainnya dan kegiatan prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 623.720.000,-.

Widi selaku Kasi Penyusunan Anggaran Belanja Daerah BPKAD Kabupaten Ciamis saat ditemui awak media fokusberitaindonesia.com diruang kerjanya mengatakan anggaran penanganan Covid-19 ini sebesar 91.677.204.778,- Milyar yang bersumber dari DAU yang disebarkan ke beberapa OPD khusus untuk penanganan Covid-19 selama tahun 2021.

“Jika diambil dari tahun 2020 jumlah nominal itu menurun karena di tahun 2020 anggaran untuk penanganan covid-19 itu lebih dari 100 Milyar,” ucapnya.

“Jika dilihat dari realisasi anggaran penanganan covid-19 yang bersumber dari DAU yang anggarannya 91,6 Milyar Rupiah itu bisa ditekan dan dimaksimalkan realisasinya di angka 67,6 Milyar Rupiah sehingga kelebihan anggaran tersebut bisa dialokasikan kembali untuk kebutuhan dan kepentingan yang lain,” tambahnya.

“Jika melihat jumlah biaya yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Ciamis yang begitu besar namun dengan kerja keras ini kita bisa rasakan pandemi saat ini semakin landai dan bisa kita kendalikan, tidak ada lagi kasus meninggal akibat Covid-19 dan aktifitas masyarakat bisa sedikit dilonggarkan karena Kabupaten Ciamis sudah masuk ke Level 1,” pungkasnya.

(Taofik Fbi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *