oleh

Kelompok Rentan Dan Disabilitas Punya Hak Memilih Sesuai Hati Nurani

Kabupaten Pangandaran FBI.
Www.Fokusberitaindonesia.com-
Bawaslu Kabupaten Pangandaran gelar sosialisasi pemahaman kepemiluan dan pengawasan partisipatif bersama kaum rentan dan disabilitas berlangsung di hotel Malabar Pangandaran, Kamis 23/7/2022

Iwan Yudiawan ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran mengatakan kaum disabilitas harus bisa memahami karena mereka mempunyai hak asasi manusia yaitu memilih sesuai hati nuraninya.

“Alhamdullah pada akhirnya kita dapat melaksanakan kegiatan tatap muka setelah dua tahun tertimpa covid 19 meskipun saat ini virus tidak sepenuhnya hilang, kegiatan ini sangat penting kita laksanakan, kita melihat asas keadilan, Kaum Disabilatas juga mempunyai hak untuk memilih, kaum disabilitas harus benar-benar terlibat, apakah temen-teman sudah terakomodir dalam DPT atau belum,
Temen-temen juga harus terfasilitasi dalam proses kampanye, penyampaian Visi dan Misi calon harus tersampaikan kepada kaum disabilatas,” ungkapnya

“Maka dari itu kami sudah sampaikan hak akses disabilitas tidak hanya di TPS saja akan tetapi di luar TPS juga harus terfasilitasi terlebih saat tahapan kampanye penyelenggara Pemilu, DKPP, KPU, Bawaslu, tidak hanya menjadi penyelenggara, Bawaslu juga membuka kesempatan untuk menjadi pemantau dan pengawasan partisipatif, Bawaslu juga dapat diawasi oleh masyarakat terkait dengan profesionalitas dan integritasnya kehadiran Bawaslu ini untuk menciptakan kepercayan publik dalam hal proses pengawasan pemilu dan pemilihan, sebab demokrasi yang utama adalah demokrasi yang memberikan akses kepada semua orang”tambahnya

Ditempat yang sama ketua NPCI Pangandaran Wahyu hidayah mengatakan sangat berterima kasih sekali kepada Bawaslu Kabupaten Pangandaran yang telah mengadakan sosialisasi tentang pemahaman kepemiluan kepada kelompok rentan dan disabilitas

“Kalau melihat kebelakang ada 1.434 data disabilitas di Kabupaten Pangandaran sementara yang memberikan hak pilih hanya 399 Orang yang menyalurkan hak pilihnya, menurut kami itu sangat prihatin sekali, maka dari itu untuk menghadapi pemilu tahun 2024 Bawaslu dapat memberikan masukan kepada KPU akan pentingnya aksesibilitas di setiap TPS khususnya bagi kami para penyandang disabilitas, apalagi sekarang sudah banyak terbentuk organisasi disabilitas di Kabupaten Pangandaran seperti Pertuni ( persatuan tuna netra indonesia ), PPDI ( Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia ) dan masih banyak lagi, semoga di Pemilu 2024 nanti para penyandang disabilitas bisa melangsungkan hak pilih sesuai hati nuraninya,” tukasnya.

(Irman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed