BREAKING NEWS
Search

HUT Bhayangkara di Garut diisi dengan bakti sosial dan jalan santai

Tabloid FBI Garut – Rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke -73 di Garut, Jawa Barat tahun ini bakal berlangsung meriah. Satu buah mobil pick up, lima buah motor, puluhan sepeda dan beberapa hadiah menarik lainnya, dalam puncak kegiatan hari jadi polisi itu.

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara tahun ini terbilang istimewa, selain melaksanakan kegiatan sosial yang telah dilakukan sejak Senin lalu.

Kegiatan perayaan korps Polri itu juga, rencannya akan ditutup dengan gelaran jalan santai dan olahraga bersama warga. “Silahkan seluruh warga Garut menikmati kegiatan itu, kami berikan secara gratis,” ujanya, Jumat (21/6/2019).

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat sudah selayaknya polisi hidup berdampingan bersama warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. “Apalagi ini sejalan dengan moto bapak Kapolri sebagai promoter bagi masyarakat,” ujar Budi.

Menggunakan rute star dari Gedung Pendopo Garut, ribuan peserta akan berjalan bersama mengitari seputar wilayah perkotaan Garut, hingga finis di Lapangan Kerkof, Tarogong Kidul, lusa (23/6/2019). “Kami pun akan menseterilkan jalur yang dilalui peserta,” ujar Budi.

Donor Darah Anggota Bagi Thalasemia

Mereka akan berkeluh keringat, sambil menikmati pemandangan alam Garut yang terkenal dengan suasana alamnya yang sejuk. “Tetap jaga keamanan dan ketertiban, agar jalannya kegiatannya berlangsung lancar,” pinta dia.

Namun rasa letih warga, akan terobati dengan banyaknya hadiah yang disediakan panitia polisi. Tercatat satu buah mobil pick, 5 sepeda motor serta 20 sepeda bakal diperebutkan bagi seluruh peserta yang datang.

“Semuanya ini sebagai kepedulian kami bagi warga Garut, selamat menikmati,” ujar Budi

Merespon kekurangan darah yang dikeluhkan Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Garut, lembaganya ujar Budi langsung menggelar donor darah, dengan mengajak para anggota polisi.

“Kalau stok darah PMI menipis, ada penderita thalasemia yang perlu bisa langsung minta anggota menjadi pendonor,” ujarnya.

Menurutnya, ihtiar donor darah yang dilakukan dirinya bersama anggota, diharapkan bisa menjadi salah satu solusi minimnya stok darah di PMI saat ini. “Ini urusannya dengan nyawa, kita prihatin, kita empati terhadap para penderita thalasemia,” ujarnya.

Saat ini keberadaan polisi ujar Budi, tidak hanya berperan menjalankan tugas pengamanan bagi masyarakat, namun sisi humanismenya, mampu menjalankan peran fungsi sosial.

“Bagi orang tua penderita thalasemia silakan datang ke Polres untuk meminta bantuan anggota,” ujar dia memberikan kemudahan bagi warga, jika stok darah di PMI habis.

Ayi (40), salah satu warga penerima manfaat donor darah polres Garut, mengaku terbantu adanya kegiatan tersebut. “Saya kebetulan membutuhkan darah A plus buat anak saya yang tengah dirawat di rumah sakit umum akibat Thalasemia,” ujarnya.

Warga asal Pakenjeng iitu menyatakan, saat ini stok darah golongan A plus terbilang sulit, sehingga dibutuhkan banyak cadangan untuk menyuplai kebutuh darah anaknya yang berusia empat tahu itu. “Terima kasih kepada pak polisi yang telah mendonorkan daranhnya,” ujar dia.

Bakti Sosial Yatim Piatu

Selain kegiatan donor darah, rangkaian kegiatan hari Bhayangkara ke-73 di Garut diisi Bhakti Sosial yatim piatu yang dilakukan polres Garut.

“Ada 33 Polsek di Garut, semua menggelar acara HUT Bhayangkara,” kata dia.

Menurut Budi, tema yang diusung kepolisian dalam HUT BHayangkara ke-73 yakni kemanusiaan, sehingga seluruh anggota polisi di tiap kepolisian sektor, melakukan kegiatan sosial terutama bagi yang tidak mampu.

“Bisa donor darah, baksos, santunan, operasi bibir sumbing dan lainnya,” ujarnya menerangkan.

Bahkan Kamis (20/6/2019) kemarin, rumah dinas Kapolres Garut di lingkungan Polres Garut, sengaja disulap menjadi pesta kemeriahan anak yatim piatu. “Kita berikan santuan bagi ratusan anak yatim piatu dari beberapa yayasan,” ujarnya.

Menurutnya kegiatan itu, menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial, lembaga negara yang selama ini menjadi pelayanan masyarakat. “Ini hanya sebagian, seluruh polsek pun kami minta melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Dengan banyaknya kegiatan sosial yang digelar, Budi berharap, keberadaan polisi semakin dekat dan dipercaya seluruh lapisan masyarakat. “Tentu yang utama adalah bagaimana kita memberikan rasa aman dan nyaman, menciptkan kondusifitas masyarakat,” kata dia.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *