Hukum & Kriminal

Guru Pembibing Jadi Tersangka Tragedi Susur Sungai Di Ciamis Yang Menelan 11 Korban Jiwa

Kabupaten Ciamis,
Www.Fokusberitaindonesia.com,- Kasus susur sungai yang sempat menghebohkan jagat maya khususnya warga Tatar Galuh Kabupaten Ciamis karena tragedi tersebut sampai memakan 11 korban jiwa meninggal dunia, kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Kabupaten Ciamis menahan satu orang tersangka denang inisial R, Dengan tuduhan telah melanggar pasal 359 KHUPidana.

Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis Dra. Soimah SH., MH, didampingi Kasi Pidum Sunadi SH, dan Kasi Intel Rismanto SH., MH, Dalam jumpa pers dihadapan awak media di Depan Gedung Kejaksaan Negeri Ciamis mengatakan, Kasus tersebut merupakan kasus pelimpahan dari Polres Ciamis. Dimana pada kasus tersebut untuk menentapkan tersangka, Penyidik butuh waktu sekira satu tahun lebih lamanya dan pada hari ini Selasa 22/11/2022 kasusnya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Ciamis.

“Setelah satu tahun lamanya, kasus susur sungai dinyatakan lengkap oleh penyidik dan menetapkan satu orang tersangka yaitu Inisial R jenis kelamin perempuan yang pada saat kejadian berstatus sebagai seorang Guru dan Pembina Pramuka di Mts Harapan Baru Cijantung Ciamis,” ungkapnya.

“Kasus tersebut berawal dari kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Sekolah dengan melibatkan siswa dan siswi untuk mengikuti kegiatan susur sungai, Adapun pelaksanaan kegiatan tersebut di Sungai Cileueur yang beralamat di RT 01 RW 01 Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis,” paparnya.

“Karena kelalaiannya yang telah meyebabkan 11 orang siswa dan siswi MTS Harapan Baru Cijantung Ciamis meninggal dunia, inisial R ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini dilakukan penahanan,” tambahnya.

Kejari Ciamis menjelaskan, Untuk tersangka, Kapasitasnya selain sebagai guru pengajar IPA, tersangka juga sekaligus sebagai pembina kepanduan dalam organisasi pramuka di MTS Harapan Baru Cijantung, dengan lisensi Izasah dari ke Pramukaan Nasional, Sebagai Pelatih Pembina Pramuka lanjutan.

“Dalam kegiatan susur sungai, tersangka melibatkan atau membawa kurang lebih 200 orang siswa dan siswi, Disaat pelaksanaan kegiatan tersebut, sebagian murid meyebrangi sungai tepatnya di Leuwi ili, ada 24 orang yang meyebrang lalu terpeleset,” tuturnya.

“24 orang siswa dan siswi menyebrangi sungai Cileueur tepatnya di leuwi ili, lalu mereka terpeleset dan tenggelam. 11 orang meninggal dunia dan 13 orang lainnya selamat,” tambahnya.

“Atas perbuatannya, Tersangka inisial R dikenakan dengan pasal 359 KHUPidana (Karena kesalahan atau kealpaan meyebabkan orang lain mati atau meninggal dunia dengan ancaman maksimal 5 Tahun kurungan penjara, Untuk tersangka saat ini statusnya sebagai tahanan kejaksaan negeri Ciamis dan dititipkan di ruang tahanan Polres Ciamis untuk mempermudah kejaksaan dalam memproses disaat persidangan nanti dan minggu depan semoga kasusnya sudah bisa di limpahkan ke Pengadilan Negeri Ciamis, untuk di sidang,” pungkasnya.

(Taofik Fbi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button