BREAKING NEWS
Search

Gubernur jawa timur khofifah indar parawansa mengeluarkan surat edaran tata cara idul adha dimasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat

Surabaya.www.fokusberitaindonesia.com- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai tata cara Idul Adha di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Surat edaran dengan nomor : 451/14901/012.1/2021 tertanggal 7 Juli 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di tempat ibadah, dan petunjuk pelaksanaan malam takbiran, salat idul adha, dan petunjuk teknis pelaksanaan kurban 1442 H/20201 di Jawa Timur.

Dalam surat edaran tersebut, Gubernur Khofifah, menegaskan bahwa penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau musala, dapat dilakukan dengan audio visual dan tidak mengundang jamaah.

Sedangkan takbir keliling baik dengan bejalan kaki ataupun arak-arakan kendaraan ditiadakan.

Untuk pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijiriyah di masjid atau musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahan atau tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah, ditiadakan.

Takbir dan salat Hari Raya Idul Adha dapat dilakukan di rumah masing-masing sesuai dengan rukun sahnya salat Idul Adha.

Gubernur menyatakan bahwa untuk pelaksanaan kurban, penyembelihan hewan dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kreteria hewan yang disembelih.

Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu 3 hari, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dulhijjah, agar waktu yang dibutuhkan tiap hari tidak telalu lama, yaitu 4 sampai 5 jam, antara pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Untuk pemotongan hewan kurban, dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R).

Sedangkan Pemotongan hewan dilakukan di luar RPH-R harus menerapkan pshycal distancing, meliputi, pemotongan di area terbuka yang luas sehingga memungkinkan diterapkan jaga jarak fisik, penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban.

Selain itu menerapkan jaga jarak fisik antar petugas saat melakukan pemotongan-pengulitan-pencacahan, pengemasan daging, pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas ke tempat tinggal warga yang berhak atau melalui ketua RT.

Petugas yang mendistribusikan daging kurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik penerima.

Bagi petugas dan pihak yang berkurban diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, yakni melakukan pemerikasaan kesehatan awal berupa pengukuran suhu tubuh petugas.

Petugas yang menangani penyembelihan-pengulitan-pencaacahan daging-tulang serta jeroan harus dibedakan dan menggunakan masker, lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan dan pendistribusian.

Kemudian, penyelenggara hendaknya selalu mengedukasi dan memantau para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga serta mencuci tangan dengan sabun atau and snitizer.

Petugas juga harus menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk, bersin, dan meludah.

Petugas yang ada di area penyembelihan harus membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga. Tidak dianjurkan untuk mengadakan makan bersama di tempat penyembelihan.

Sedangkan untuk alat yang digunakan harus dibersihkan dan diberikan desinfektan sebelum dan sesudah digunakan, serta memberishkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilakukan. Menerapkan sistem satu orang satu alat.

Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan desinfektan sebelum digunakan.

Selain tentang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah, SE Gubernur Jatim tersebut juga mengatur tentang peniadaan sementara peribadahan di tempat ibadah.

Yakni selama pemberlakukan PPKM Darurat, peribadahan di masjid, musala, gereja, pura, wihara, dan klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah yang dikelola masyarakat, pemerintah maupun perusahaan, ditiadakan sementara dan kegiatan peribadahan dilakukan di rumah masing.( red.tab-FBI/ abah dedika banyuwangi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *