Fakta 38 Temuan Data Fiktif Sekdes Sentul Sebagai Penunjang Proses Hukumnya

 

LumajangFBI.www.fokusberitaindonesia.com– Proses penanganan kasus perbuatan melawan hukum oleh oknum sekdes Sentul kecamatan Sumbersuko oleh Unit Tipikor Polres Lumajang. Namun seiring berjalannya waktu mulai terungkap satu persatu temuan data fiktif yang sesuai tertera dalam SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) Desa Sentul. Di luar data pertama yang sebagai bahan laporan, sedikitnya ada 20 temuan taahun 2020 dari ADD dan DD dengan total kerugian negara sejumlah Rp 110.209.300(Seratus sepuluh juta dua ratus sembilan ribu tiga ratus rupiah). Bukti kongkrit tertulis di SPJ sudah dikantongi oleh kades beserta seluruh perangkat desa dan  oleh perwakilan warga.

Dengan rincian data fiktif ADD dan DD tahun anggaran 2020 sebagai berikut,

– Mamin pembentukan RT/RW tahun 2020

– Honor penyusun APBDes

– Perkades APBDes

– Pengadaan Seragam PKK (Tertulis Rp 10 juta, realisasi kepada Bu kades cuma Rp 5 juta)

– Pembangunan pagar bale desa sebelah timur kantor Bumdes

– Honor Timlak

– Sewa molen untuk pembangunan pagar bale desa

– Honor PAK APBDes tahun 2020

– Mamin musyawarah APBDes

– Penyusun ABPDes

–  PPKD satu tahun setiap pencairan tidak sesuai dengan ketentuan.

– Pemeliharaan gedung kantor desa

– Pengadaan tandon air

– Sewa molen atas nama bengkel

– Mamin PPKM Covid

– Pemasangan internet

– Honor RPJM

– Mamin RKP

– Total RKP

– Total RPJM

Sedangkan temuan data fiktif sesuai SPJ tahun 2021 ada 18 temuan data fiktif baik DD maupun ADD dengan nominal sebesar Rp 167.030.100 (Seratus enam puluh tujuh juta tiga puluh ribu seratus rupiah).

Dengan rincian data sebagai berikut,

– Dana PPKM

– Transportasi PPKM

– Konsumsi petugas jaga PPKM

– SDGS

– Rehabilitasi Gedung TK

– Rehabilitasi pagar depan Bumdes

– Budi daya lele dalam ember

– CCTV anggaran lebih dari target pemerintah

– Berner transparansi desa

– Paving Bumdes

– PPKD tahun 2021 penerimaan diberikan cuma 50%

– Honor LPJ APBDes

– Mamin Bumdes

– Honor LPPD

– Karang taruna

– Honor penyusunan APBDes

– Mamin APBDes

– Honor penyusunan APBDes

Keseluruhan temuan data fiktif ditahun 2020 dan 2021 sejumlah 38 item diduga dana yang dikorupsi oknum sekdes Sentul sebesar tahun 2020 dan 2021 sebesar Rp 277.243.400 (Dua ratus tujuh puluh tujuh juta dua ratus empat puluh tiga ribu empat ratus rupiah). Itu yang terdeteksi secara kasar terindikasi fiktif. Kalau digelar secara detail jelas lebih dari total nominal di atas. Seluruh yang hadir merasa kaget dengan temuan tersebut, dan bertanya- tanya dikemanakan uang tersebut oleh Sekdesnya.

Temuan tersebut terdata setelah Kades, seluruh perangkat desa, Kasun, SKD (Satgas Keamanan Desa) dan perwakilan warga bersama-sama selama 2 hari mengecek SPJ ADD dan DD mulai Kamis(21/07/2022). Ini adalah langkah yang diambil oleh kades subur untuk mengungkap pelanggaran olek sekdesnya. Dan sebagai acuan kepala desa memberikan SP (Surat peringatan) bentuk langkah tegas kepada oknum sekdes yang sudah melanggar Undang-Undang tentang no 6 tahun 2014 tentang desa, terkait larangan perangkat desa.

Dan peraturan Bupati (Perbup) Lumajang no 36 tahun 2016 tentang perangkat desa, yang menjadi acuan semua desa di wilayah kabupaten Lumajang. Seperti ungkapan kades Subur, hal ini adalah langkah sesuai kewenangannya sebagai pucuk pimpinan di desa Sentul.

” Selama ini saya percaya saja pada sekdes, tapi kepercayaan saya justru disalahgunakan. Dan sekarang saya ajak perangkat desa, Kasun, SKD dan perwakilan warga untuk mengecek semua SPJ yang selama ini disembunyikan oleh sekdes. Ternyata telah kami temukan banyak temuan data fiktif yang tertulis tapi dana gak jelas keperuntukannya.” Ungkap subur dengan kondisi sakit kepada awak media FBI ” cetak & online ”

Hal ini diamini oleh Bendahara desa Belqis, ” Kami selama ini dibodohi dengan mengecek SPJ mulai tahun 2020 dan 2021, kami akhirnya tau semua akal-akalan sekdes. Sekarang terbukti jelas sesuai data SPJ.” Ucapnya.

Disambung oleh oleh kasi pemerintahan Anam, ” Dengan dibuka SPJ mulai tahun 2020 dan 2021 disaksikan orang banyak, akhirnya semua pada tahu seperti apa kelakuan sekdes kami. Semua data fiktif yang berkaitan dengan anggaran sudah kami kantongi semua. Tentunya ini untuk menunjang pelaporan kepolres.” Paparnya.

Mansur Kasun kembang menambahkan,”Kami selama ini merasa dibohongi dan dijadikan boneka oleh sekdes, setiap ada kegiatan dia (Sekdes) selalu bilang tidak ada anggaran. Setelah melihat SPJ ternyata semua ada anggaran tertulis, tapi kami tidak pernah mengetahuinya. Tentunya hal ini sangat menyakitkan bagi kami, keringat kami diperas tapi hasilnya dia yang menikmati untuk memperkaya diri.” Tegasnya.

Tentunya dengan temuan tersebut di atas perlu dipertanyakan ” Kenapa bisa terjadi”, karena sesuai prosedur sebelum pencairan ada tim monev dari kecamatan. Yang melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus verifikasi fakta dilapangan. Hal ini yang menjadi kebimbangan warga desa Sentul karena kuat dugaan pihak kecamatan seolah-olah tutup mata dan melindungi pelaku. Sebab sampai detik ini juga belum ada respon dan tindakan secara nyata dari kecamatan dan pemerintah kabupaten Lumajang. Yang memunculkan anggapan adanya konspirasi jahat antara pelaku dan pemerintah diatas desa, untuk menyelematkan oknum sekdes Sentul agar tidak merembet kepada oknum di kecanatan Sumbersuko.(Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.