BREAKING NEWS
Search

Disperindag Kabupatrn Lumajang Kibarkan Bendera Perang Dengan Media, Kabiro Media tabloid FBI Angkat Bicara

Lumajang,wwwfokusberitaindonesiacom-Dinas perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lumajang buat heboh dengan menantang dan mengusir awak media, yang sedang melaksanakan tugasnya konfirmasi. Kejadian berawal saat awak media globalnews mendatangi kantor Disperindag (04/03/2022) untuk menindak lanjuti pengaduan masyarakat desa tumpeng terkait kios pupuk subsidi yang nakal.

Namun yang bersangkutan tidak bisa ditemui wartawan Globalnews, malah mengusir awak media dengan kasar dan arogan. Tentunya hal ini tidak pantas dilakukan oleh oknum Disperindag yang notabene yang digaji oleh rakyat. Mereka juga sebagai pelayan masyarakat, tentunya harus mengedepankan rasa humanis dan ramah tamah.

M.Saipul salah satu wartawan Globalnews menuturkan, kami datang baik-baik untuk konfirmasi, sudah tidak ditemui oleh yang bersangkutan malah ditolak dan diusir dengan arogan serta nadanya menantang.
Mereka (Disperindag) tidak sadar bahwa yang menggaji itu adalah rakyat. Mungkin memang diseting seperti itu mereka (Disperindag) agar ditakuti oleh awak media.” Ujar Saipul saat dikonfirmasi wartawan FBI com melalui WhatsApp.

Adanya kejadian tersebut diatas mengundang reaksi Kebiro media FBI Lumajang Dendik Zeldianto (07/03/2022), itu merupakan suatu kebodohan yang dipertontonkan oleh Disperindag kepada awak media diLumajang. Terus apakah kita takut dengan hal itu ” Tidak sama sekali”. Seharusnya mereka (Disperindag) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seperti itu, kayaknya perlu diberikan BIMTEK tentang etika.” Tegasnya.lelaki gagah yang akrab disapa bang ekstrim ini.

Masih menurut Dendik, sudah jelas mereka oknum (Disperindag) menciderai profesi jurnalist dan sangat jelas melanggar UU Pers No 40 tahun 1999 pasal 18 , bagi siapa saja yang dengan sengaja bisa menghambat dan menghalangi kinerja jurnalist sesuai ketentuan yang tertuang dalam ayat (2) dan (3) diancam hukuman penjara selama 2 tahun atau denda Rp 500 juta. Diduga siapa saja yang anti (Alergi) dengan media, mereka yang terdapat banyak kasus yang disembunyikan.” Tandasnya dengan nada geram.
(Fauzi).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *