BREAKING NEWS
Search

Disebut Penyebab Kematian Aldama, Taruna Senior ATKP Tidak Melawan

MAKASSAR – Muhammad Rusdi, terduga pembunuh taruna tingkat I Kampus Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra Pongkala tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum.
“Kami tidak mengajukan karena kita terima dan tidak keberatan dengan isi dakwaan JPU,” ujar penasehat hukum terdakwa Rusdi, Raf Sanjani.

Dengan tidak diajukannya eksepsi maka sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. Jadwalnya, Senin 1 Juli 2019 mendatang.
Sebelumnya, JPU membeberkan kronologis kematian taruna junior ATKP Makassar, Aldama Putra Pangkala pada Minggu 3 Februari 2019, malam lalu.
Dalam materi dakwaan yang dibacakan JPU, insiden penganiayan ini bermula ketika terdakwa Rusdi melihat korban masuk ke area kampus dibonceng oleh ayahnya tidak menggunakan helm pada Minggu 3 Februari 2019, lalu.
Karena dinilai sebagai sebuah pelanggaran, pada malam berikutnya sekitar pukul 21.45 korban kemudian diperintahkan untuk datang ke kamar terdakwa di Barak Bravo 6 Kampus ATKP Makassar.
Karena korban adalah junior, terdakwa lalu menyuruh korban untuk melakukan sikap taubat (sikap sujud dengan tangan kebelakang dan kepala ditahan oleh botol), lalu terdakwa mengelus perut korban dan langsung memukul pada daerah ulu hati korban sebanyak dua kali
Akibat pukulan itu korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Terdakwa kemudian mencoba menyadarkan korban namun korban tak kunjung sadarkan diri. Terdakwa akhirnya membawa korban ke Barak Bravo 8 Kampus ATKP untuk diperiksa oleh tim medis.
Berdasarkan kesaksian tim medis saat itu korban memang sudah tidak bergerak lagi dan lidahnya sudah masuk akibat dari itu setelah dibawa ke rumah sakit korban sudah dalam keadaan meninggal pada saat di jalan.
Dengan begitu, berdasarkan kesimpulan visum dari RS Bhayangkara Nomor: VeR/022/III/2019/Forensik tertanggal 8 Maret 2019 pada pokoknya menyimpulkan bahwa penyebab tewasnya korban adalah kegagalan pernapasan yang diakibatkan terganggunya fungsi organ paru-paru dikarenakan adanya kekerasan benda tumpul pada bagian dada




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *