BREAKING NEWS
Search

Dilema Masyarakat Akibat Mahal Dan Langkanya Gas Elpiji 3kg

CIAMIS www.fokusberitaindonesia.com (08/04/2021) – Dilema dimasyarakat akibat mahal dan langkanya gas elpiji 3kg dikarenakan adanya rangkaian khusus dan fenomena yang ada dimasyarakat, Ciamis (08/04).

Kelangkaan ini lebih dikarenakan ketidak sadaran orang-orang yang tidak berhak membeli atau menggunakan gas elpiji 3kg bersubsidi banyak menggunakan gas elpiji tersebut, karena sejatinya gas bersubsidi ini ada aturannya.

H.Imam selaku anggota DPRD komisi B dari fraksi PKB mengutarakan bahwasannya ia telah melakukan kunjungan ke lapangan dan banyaknya keluhan dari masyarakat terkait langka dan mahalnya GAS elpiji 3kg dimasyarakat, padahal sebetulnya harga gas elpiji itu sudah diatur oleh pemerintah daerah dan pertamina dimana pangkalan tidak boleh menjual gas diatas 16.000/tabung, namun dilapangan kenyataannya ditemukan harganya bervariasi dari mulai 22.000 s/d 30.000,- ungkapnya.

“Ini menjadi persoalan utama yang harus segera diselesaikan, apalagi sekarang momennya menuju bulan ramadahan dimana gas elpiji itu jadi barang yang plaing dicari oleh masyarakat, sehingga diadakannya rapat kerja ini dengan dihadiri oleh agen elpiji, perwakilan pangkalan, pertamina, anggota dewan, dinas perdagangan dan Hiswana (himpunan pengusaha minyak dan gas) ,agar segera ditemukan solusi untuk menyeleseikan permasalahan ini” jelasnya.

Di Kabupaten Ciamis itu terdaftar sekitar 582 pangkalan, logikanya dengan pangkalan sebanyak itu maka bisa diasumsikan setiap desa terdapat minimalnya 2 pangkalan tetapi fakta dilapangan ada yang satu kecamatan hanya ada satu pangkalan sehingga terjadilah kelangkaan gas elpiji 3kg itu karena tidak meratanya penyaluran dari agen ke pangkalan, tambahnya.

“Hari ini kita rapat kerja dengan pemangku kebijakan baik itu anggota DPRD, Pemerintahan Daerah, Agen, Pangkalan, Pertamina dan Hiswana agar segera menyeleseikan segala permasalahan ini, Pemerintahan Daerah dan Pertamina serta Hiswana agar bersinergi memeratakan penyaluran gas elpiji tersebut sesuai dengan kebutuhannya (masyarakat miskin) sedangkan DPRD disini sebagai kontrol agar tidak keluar dari aturan, apabila ditemukan agen atau pangkalan yang keluar dari aturan baik untuk penyaluran maupun harga bisa langsung ditindak dengan tegas” pungkasnya.

Ketika ditemui langsung ke perwakilan dari pertamina ia enggan menjelaskan karena itu bukan wewenangnya karena ada tim medianya yang lebih wenang baik untuk menanggapi maupun menyelesaikan permasalahan ini sebaiknya hubungi langsung ke pihak Hiswana supaya lebih jelas, pungkasnya.

Sdr Andi perwakilan dari Hiswana mengatakan bahwasannya mahal dan langkanya gas elpiji 3kg bersubsidi dikarenakan tidak adanya aturan khusus terkait HET untuk para pengecer atau warung, walaupun seharusnya pangkalan itu penjulannya harus langsung ke konsumen atau masyarakat, tetapi dilapangan itu tidak terjadi melainkan pangkalan menjual ke pengecer atau warung sehingga harganya tidak ada standar khusus tetapi semaunya warung, jelasnya.

“Harapannya dengan adanya rapat kerja ini baik itu dprd, pemerintahan daerah,agen dan pangkalan dapat menentukan untuk HET pengecer diangka 20.000,- misalkan dan tidak boleh ada pengecer yang menjual diatas harga tersebut, sehingga harganya merata diseluruh kabupaten ciamis, apabila ditemukan pelanggaran maka bisa diberi sangsi yang berat yaitu pemutusan usaha oleh agen”, pungkasnya.

(Taofik Ciamis)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *