BREAKING NEWS
Search

Destinasi wisata baru saung pakuwon desa kawunggirang kec.majalengka – kab. Majalengka

Majalengka, 28 juni 2020

Majalengka.fokusberitaindonesia.com- Majalengka saat ini telah dibuka kembali tempat wisata yang menghadirkan wisata bambu. Wisata bambu dengan sejumlah fasilitasnya membuat pengunjung merasa tenang dan nyaman. Wisata yang terletak di Desa Kawunggirang, Kecamatan Majalengka.

Saung Pakuwon yang baru hadir belum lama ini adalah suatu tempat Wisata yang menghadirkan suatu konsep sangat unik dengan arsitek yang didominasi berbahan bambu. Dan yang menjadi ketertarikannya setiap para wisatawan yang datang akan diberikan Bendo dengan alasan untuk menghadirkan suasana 100 persen wisata sunda. Para pengunjung cukup merogoh Rp.- 5 ribu untuk satu orang.

Wisata yang berdiri di lahan sekitar 1 hektare dapat menarik beberapa pengunjung yang tentunya akan menikmati banyak spot untuk berselfi dan berfoto-foto bersama keluarga ataupun pacar. Saung Pakuwon saat ini ada enam saung yang terbuat dari Bambu dan juga menyajikan kepada para pengunjung yang datang bisa menikmati menu makanan khas Saung Pakuwon dengan menu andalan khas sunda.

Saat ini saung Pakuwon kembali ramai di kunjungi para pengunjung setelah lama ditutup karena adanya virus corona atau covid-19. Tetapi pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan, harus memakai masker.

Saung Pakuwon yang merupakan wisata buatan disuguhkan dan dihadirkan Pemerintah Desa lewat BUMDes. Untuk menghadirkan wisata ini, Pemdes merogoh Rp.-300 juta dari dana desa.

Saat ditemui di sela-sela para pengunjung dengan Kepala Desa Kawunggirang Ili Hariri bahwa Saung Pakuwon ini dihadirkan dengan nuansa budaya. Menurutnya, konsep ini belum ada di Majalengka. ”

Kepala Pemerintahan Desa Kawunggirang mengatakan bahwa Saung Pakuwon akan terus disempurnakan, termasuk fasilitasnya. Ke depan, di Saung Pakuwon ini akan dihadirkan wisata ternak dan sejumlah fasilitas lainnya, ujar Ili.

“Meskipun baru hadir, Saung Pakuwon ini sudah banyak dikenal banyak wisatawan. Walaupun masih didominasi wisatawan lokal, tidak sedikitpun mereka yang datang dari daerah lain seperti Cirebon, Indramayu, Kuningan dan lainnya.( red /Trinopiyanti/fbi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *