BREAKING NEWS
Search

Dalam Rangka Milangkala Kabupaten sumedang Ke- 444 Anniversary Sadulur Sajalur , Kurang Lebih 1000 Pencinta Olah Raga Lintas Alam Terbuka Ikuti Adventure Roda Dua

Sumedang FBI , www.fokusberitaindonesia.com – minggu ,22/05/2022 Sebanyak 1000 lebih pecinta olah raga ekstrim alam terbuka, mengikuti perlombaan bertajuk Adventure Roda Dua yang diselenggarakan oleh komunitas Sadulur Sajalur .

Para peserta yang mengikuti kegiatan berdatangan hingga dari luar Jawa Barat. Hal ini dikatakan oleh DENSU ( Deni Suhendar ) Ketua Umum Komunitas Sadulur Sajalur, Kabupaten Sumedang.

“Hari ini (yang mengikuti kegiatan Advebture Roda Dua) Diperkirakan sekitar 1000 peserta berasal dari seluruh Jawa Barat, yang paling jauh itu dari Provinsi Banten,” kata pria yang akrab disapa Densu saat diwawancarai oleh crew media tabloid fokus berita indonesia ( FBI ) ” cetak & online ” dilokasi, Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Ditambahkan Densu, bahwa acara ini digelar dalam rangka memperingati Ulang Tahun Kabupaten Sumedang yang ke-444 juga bertepatan dengan anniversary komunitas Sadulur Sajalur.

“Untuk sumbangsih dari kita sebagai komunitas Sadulur Sajalur, kita mengadakan empat kegiatan untuk memeriahkan milangkala Kabupaten Sumedang yang ke-444,” ujarnya.

Ke empat acara tersebut diantaranya, Sumedang Offroad Extreme (SOEX), Fun Offroad, Adventure Roda Dua dan Gas Track.

“Yang sudah dilaksanakan adalah Fun Offroad, dan untuk hari ini adalah Adventure Roda Dua. Sedangkan untuk Gas Traknya minggu depan tanggal 28-29 (Mei 2022),” tutur Densu.

Dari ke empat kegiatan tersebut, Densu menyebut, tidak seluruhnya dapat dilaksanakan, karena mendapat penolakan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Sumedang.

“Kegiatan SOEX atau Sumedang Offroad Extreme tidak bisa dilaksanakan, akibat dari surat larangan dari BKSDA. Dan surat larangan itu dikeluarkan 2 jam sebelum pelaksanaan,” jelas DENSU

Keputusan ini, ucap Densu sangat merugikan banyak pihaknya selaku penyelenggara kegiatan sebab dari berbagai hal, mulai dari waktu, tenaga, fikiran hingga materi.

“Itu luar biasa dampaknya bagi kami sebagai penyelenggara beban moral, juga merugikan bagi peserta yang sudah jauh-jauh datang ada yang dari Palembang dari Riau, dan ini membuat kami kecewa,” tandas Densu.

Ditanya perihal alasan penolakan dari BKSDA Kabupaten Sumedang, Densu mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun ia menduga ada apa dengan BKSDA sampai mengeluarkan surat larangan tersebut.DENSU menjelaskan semoga semua ada manfaatnya bukan ada kepentingan lain baik kepentingan perorangan , kelompok atau politik atau ada miss komunikasi antara penitia penyelenggara dan pihak BKSDA.

“Kalau dari unsur dinas lain yang berkompeten kami sudah ijin serta mendapat dukungan. Termasuk dari pak Wabup, Dinas Pariwisata. Sedangkan perihal BKSDA mungkin ada masalah miss komunikasi saja,” tandasnya.

Terlepas dari semua itu, Densu berharap seluruh unsur dapat bekerjasama dalam memajukan Kabupaten Sumedang. Sebab kata dia, Indonesia sudah lepas dari jeratan Pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah kita sudah memasuki masa transisi dari pandemi ke endemi. Mudah-mudahan segala kegiatan positif masyarakat dapat didukung oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Sumedang harus segera bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19. Dan salah satu langkahnya adalah dengan memulihkan sektor pariwisata.

“Bebasnya kita dari pandemi menjadi endemi, mudah-muadahan kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya untuk pariwisata juga kuliner yang berada di Kabupaten Sumedang,” dalam kegiatan ini pihaknya memberikan 6 hadiah sepeda motor dan untuk hadiah pertama berupa sepeda motor KLX dan 5 motor metik serta beberapa hadiah doorprez menarik lainnya pungkasnya.( red / soleman , utis )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *