BREAKING NEWS
Search

18 tahun rumah warga terpencil gelap gulita dan hanya pakai lampu cempor

Garut,16 september 2020

Tasikmalaya,FokusBeritaIndonesia.com –Satu rumah Kepala Keluarga yang terpencil sendiri jauh dari penduduk terletak di Kampung Gadel Rt 04 Rw 03 Desa Kersamaju Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya Jawa-Barat , sejak tinggal menempati rumah dalam keadaan gelap gulita karena tidak tersambung aliran listrik.

Hasil pantauan Tabloid FBI ,Selasa (15/9/20) Kampung Gadel memang cukup jauh dari pusat perkotaan tetapi akses jalan sudah memadai sehingga cukup mudah menuju kampung tersebut .

Namun ada salah satu warga yang tinggal terpencil sendiri jauh dari tetangga tetapi mampu bertahan tanpa ada lampu penerangan listrik walaupun warga yang lain sudah mendapatkan aliran listrik .

Satu rumah panggung berbahan bilik dan kayu itu terpencil sendiri jauh dari penduduk merupakan milik Udi (81) warga Kp.Gadel Rt 04 Rw 03 Desa Kersamaju Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya .

Untuk menerangi rumahnya selama ini mereka dalam memenuhi kebutuhan hingga kini mengandalkan penerangan saat malam hari menggunakan lampu Cempor (Damar) sebagai penerang malam .

Satu rumah itu di bangun di tengah- tengah kebun , sehingga jaraknya cukup jauh dari rumah warga yang sudah tersambung listrik .

Menurut Odah (66) istri dari Udi ketika di temui di rumahnya menuturkan,semenjak tinggal menghuni rumah selama 18 Tahun belum pernah menikmati aliran listrik,
” Ya… untuk sehari-hari menggunakan lampu Cempor (Damar) dengan memakai bahan bakar minyak tanah dengan harga Rp 20 ribu per liter itu belinya juga jauh ke Cikuray , untuk 1liter paling bisa di pakai 15 hari dan paling cepat 10 hari , ” tuturnya .

Kendati demikian,Lanjut Odah untuk mendapat pengaliran listrik dari PLN dirinya mengaku bingung dan sedih karena harus mengeluarkan biaya besar baginya , sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ia sudah mengalami kerepotan ,
” Sekarang bapak sudah tidak bisa bekerja lagi karena sudah tua kasihan…? jadi untuk menambah penghasilan saya jualan daun pisang, sereh dan hasil dari kebon yg di tanam , ” paparnya .

Di tanya apakah dari Pemerintah desa maupun dari PLN mendapat bantuan…? Kepada Cyber88 Ia menjelaskan untuk bantuan listrik belum ada yang memberikan bantuan baik kabel untuk menyambung aliran listrik maupun KWH dari PLN , Ia pun berharap bantuan listrik,sambungnya kata Odah,di karenakan tidak terjangkau kabel dan jaraknya jauh mencapai 100 meter,
” Alhamdulillah kalau bantuan dari Pemerintah desa PKH itu ada,terus bantuan Uang tunai,Beras,Telor, Kentang dan Buah-buahan di kasih pak …! ya…. ” haturnuhun kana bantosanana “(terima kasih atas bantuannya),saya harap mudah- mudahan PLN memberi juga bantuan listrik kepada kami supaya terang kalau malam hari , ” pungkasnya .
**( Edy Suhendi )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *